RSS

Menyikapi Hadits-hadits Dhaif


Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, sahabat, tabi’in, dan generasi setelahnya yang senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan, serta mengembangkan bidang-bidang keilmuannya sampai hari kiamat, amin.

Hadits Nabi merupakan sumber kedua ajaran Islam sesudah kitab suci Al Qur’an. Semua ayat Al-Qur’an diterima oleh para sahabat dari Rasulullah SAW secara mutawatir, ditulis dan dikumpulkan sejak zama Nabi masih hidup baik fi as-suthur (dalam tulisan) fi ash-shudur (melalui hafalan), serta secara resmi sejak zaman Abu Bakar Ash-Shidiq  RA (khalifah pertama) (W. 13 H).

Sedangkan hadits Nabi, sebagian besamya tidak tidak diriwayatkan secara mutawatir. Pembukuannya secara resmi baru dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz (W. l0l H), salah seorang khalifah Bani Umayyah. Oleh karena itu, hadits yang tidak diriwayatkan secara mutawatir -hadits ahad- harus diteliti, mana yang benar-benar hadits dan mana yang tidak, apalagi dalam perjalanan waktu -karena berbagai sebab- banyak muncul hadits palsu. (Dinukil dari As-Sunnah Qabla At-Tadwin, DR. Muhammad Ajaj Al Khathib).

Penelitian terhadap autentisitas dan validitas hadits sangat diperlukan, karena hadits sampai kepada umat melalui jalur periwayatan yang panjang, dan dalam perjalanannya yang disampaikan dari generasi ke generasi memungkinkan ada unsur-unsur yang masuk ke dalamnya (baik unsur sosial maupun budaya dari masyarakat tempat generasi pembawa riwayat hadits tersebut hidup). Oleh karena itu, maka penelitian hadits (pada kajian sanad dan matan) harus dilakukan secara telti dan mendalam.

Ketika Nabi SAW masih hidup, pengecekan berita suatu hadits sangat mudah dilakukan, karena jawabannya ada pada Nabi SAW sendiri. Akan tetapi setelah Nabi SAW wafat, pengecekan langsung kepada sumber berita (yaitu Nabi SAW) tidak dapat dilakukan. Jadi untuk melakukan pengecekan terhadap berita yang bersumber dari Nabi SAW para sahabat kadang bertanya kepada sahabat yang lain, apakah ia mendengar berita tersebut dari Nabi SAW.

Bahkan Adz-Dzahabi mengatakan bahwa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA mengatakan orang pertama yang berhati-hati ketika akan menerima suatu berita, seperti ketika beliau diberitahu oleh Al Mughirah RA, bahwa ia melihat Nabi SAW memberikan bagian seperenam (1/6) harta warisan untuk seorang nenek. Abu Bakar RA kemudian menanyakan apakah ada orang lain (selain Al Mughirah) yang menyaksikan hal tersebut. Temyata ada seorang sahabat lain -bernama Muhammad bin Maslamah- yang mengatakan bahwa ia melihat ketika Nabi SAW memberikan harta warisan sebesar itu (As-Sunnah Qabla At-Tadwin halaman 112).

Begitulah, semakin jauh dari masa Nabi SAW (sebagai sumber hadits) maka semakin bertambah jumlah perawi hadits dari Nabi SAW, dimana pada gilirannya akan menimbulkan cara-cara baru dalam pembuktian autentisitas hadits. Lebih-lebih setelah terjadinya perpecahan di kalangan umat Islam, menyusul terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 35 H, dimana masing-masing kelompok berani membuat hadits palsu untuk mendukung maksud dan tujuan mereka.

Hadits Nabi SAW yang shahih merupakan pedoman hidup. dan kehidupan umat Isiam dalam berbagai seginya. Oleh karena itu, Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on August 9, 2011 in Lain-lain

 

Lupa Penyebab Malas


Malas, pernahkah rasa malas menghinggapi jiwa kalian?

pertanyaan yang mungkin jawabannyahanya mempunyai satu kata yaitu pernah. Rasa malas memang menjadi musuh utama sebagian besar orang. sebuah rasa yang paling sulit untuk ditaklukkan.

jika kita mau mengatasi suatu masalah, carilah dulu penyebabnya setelah itu baru kita “nuklirkan”.

Apa penyebab rasa malas?

LUPA.

sebagian orang terkadang lupa buat apa mereka makan.

sebagian orang kadang lupa buat apa mereka olahraga.

sebagian orang terkadang lupa buat apa mereka belajar.

sebagian orang terkadang lupa buat apa mereka pusa.

sebagian orang terkadang lupa buat apa mereka shalat.

sebagian orang terkadang lupa buat apa mereka hidup.

Andaikan kita ingat tujuan kita sebenarnya melakukan itu semua, rasa malas pun akan malas berteman dengan kita.

Satu hal yang pasti. Kita hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah Azza wajalla.

Wallahu a’lam.

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2011 in Lain-lain

 

ilmu dunia buat apa?


Dan darinya (Abu Hurairah رضي الله عنه) katanya: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dari golongan ilmu yang semestinya untuk digunakan mencari keridhaan Allah عز وَجَلَّ, tetapi ia mempelajarinya itu tiada lain maksunnya, kecuali hendak memperoleh sesuatu tujuan dari keduniaan, maka orang yang sedemikian tadi tidak akan dapat menemukan keharuman surga pada hari kiamat.” Yakni bau harumnya surga itu tidak akan dapat dirasakannya [HR. Abu Dawud dengan isnad shahih]

ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal Agama Islam.

bagaimana dengan ilmu Matematika, kimia, fisika, biologi, bahasa inggris, akuntansi, ekonomi, geografi, dll?

pelajarilah ilmu tersebut untuk memenuhi panggilan Allah عز وَجَلَّ  , memenuhi panggilannya untuk bersedekah, memenuhi panggilannya untuk menolong umat muslim lainnya, memenuhi panggilannya untuk melengkapi rukun islam.

ilmu-ilmu dunia yang tersebut di atas hanyalah penghias bagi ilmu agama (ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal Agama Islam). hiasan itu bisa menjadikan ilmu agama kita menjadi lebih indah dan bisa juga menghancurkannya.

Dari hadist yang disebut diawal tadi telah jelas bahwa ilmu yang kita pelajari haruslah berorientasi pada akhirat. ilmu agamapun akan sia-sia jika kita menjadikannya untuk tujuan dunia apalagi ilmu dunia seperti yang telah kita sebut sebelumnya.

wallahu a’lam

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2011 in Lain-lain

 

Syair Abu Hatim As-Sijistani Terkait Surah Alam Nasyroh


Ibu duraid berkata: “Abu Hatim As-Sijistani mengumandangkan syair untukku:

Jika hati telah menguasai keputusasaan

Dan sudah menjadi sempit oleh dada yang lapang.

Ia mengajak semua yang tidak disukai dan tenang,

Dan menancapkan kesulitan di beberapa tempat.

Dan untuk menyingkap mudharat, ia tidak melihat jalan

Dia mendatangimu dalam keadaan putus asa dari meminta bantuan

Yang diberikan oleh Yang Maha mengabulkan.

Dan setiap kejadian itu jika berakhir,

Maka akan membawa kepada kebahagiaan yang dekat.

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2011 in Lain-lain

 

Referensi Ebook Untuk Belajar Bahasa Arab


bismillah,

berikut ini kami tampilakan link ebook untuk belajar bahasa arab:

dari buku karya DR. V. Abdur Rahim dari universitas madinah yang berjudul Durus al-Lughat-al-Arabiyyah Li Ghairi Natiqina Biha:

buku 1, download

buku 2, download

buku 3, download

panduan buku 1, download

panduan buku 2, download

panduan buku 3, download

kunci latihan buku 1, download

kunci latihan buku 2, download

kunci latihan buku 3, download

dari website http://arabindo.co.nr ebook yang berjudul Arabindo (Belajar Bahasa Arab untuk Orang Indonesia)

Arabindo, download

semoga bermanfaat.

sumber: www.stanallughoh.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2011 in Bahasa Arab, Download

 

Bekal Penuntut Ilmu


Segala puji bagi Allah سبحانه و تعالي semata, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi kitab Muhammad صلي الله عليه وسلم, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Tidak disangsikan lagi bahwa menuntut ilmu memiliki adab-adab yang sangat banyak, dan konsekuwensi penuntut ilmu dengan meluruskan langkahnya, sama saja bersama gurunya atau teman-temannya, meringkaskan jalan baginya, membimbingnya menuju keberhasilan dan kesuksesan.

Kebutuhan penuntut ilmu terhadap adab sama seperti kebutuhan jiwa terhadap udara. Dan dengan adab ia bisa memahami ilmu dan sekadar penghormatan murid terhadap gurunya, ia mengambil manfaat dari ilmunya.

(Muhammad bin Fahd al-Wad’an)

Bekal Penuntut Ilmu, ebook ini merupakan ringkasan dari kitab ‘Hilyatu Thalibi Ilm’ karya Syaikh Bakar bin Abdullah Abu Zaid. Diringkas oleh Muhammad bin Fahd al-Wad’an dan di buat versi CHM oleh www.ibnumajjah.wordpress.com.

Insya Allah ebook ini sangat berguna bagi kita selaku penuntut ilmu. Ebook ini menjelaskan bahwa ada tujuh hal yang perlu diketahui para penuntut ilmu, yaitu:

  1. ADAB PENUNTUT ILMU DALAM DIRINYA SENDIRI
  2. TATA CARA MENUNTUT DAN MENGAMBIL ILMU
  3. ADAB PENUNTUT ILMU BERSAMA GURUNYA
  4. ADAB BERTEMAN
  5. ADAB PENUNTUT ILMU DALAM KEHIDUPAN ILMIYAHNYA
  6. BERHIAS DIRI DENGAN AMAL IBADAH
  7. PERINGATAN-PERINGATAN

Silakan download ebook Bekal Penuntut Ilmu klik di sini.

Jika file tidak dapat dibuka, coba klik kanan pada file tersebut dan klik properti – unblock – ok.

 
Leave a comment

Posted by on April 4, 2011 in Download, Manhaj

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.